subscribe: Posts | Comments

Pelindo Tekan Biaya Logistik melalui Operasional TPI

0 comments

Surabaya – Pelindo siap menekan biaya logistik nasional melalui operasional Terminal Peti Kemas Indonesia (TPI) pada tahun 2014 karena mahalnya biaya logistik di Tanah Air.

“Saat ini di Indonesia biaya logistik bisa mencapai 40 persen dari harga barang sedangkan di negara lain hanya 10 persen,” kata Direktur Utama PT Pelindo III (Persero), Djarwo Suryanto, saat ditemui saat menyosialisasi Konsep Pendulum Nusantara tentang Terminal Peti Kemas Indonesia, di Surabaya, Rabu.

Menurut dia, keinginan PT Pelabuhan Indonesia I hingga IV (Persero) untuk ikut berperan dalam menekan biaya logistik nasional bukan hanya mimpi.

“Hal itu tercermin dalam sosialisasi konsep Pendulum Nusantara kepada 14 perusahaan pelaku pelayaran peti kemas domestik di sini,” ujarnya.

Tujuan sosialisasi, jelas dia, agar para pelaku pelayaran peti kemas domestik dapat memahami konsep Pendulum Nusantara yang ditawarkan oleh PT Pelindo I-IV (Persero) seiring besarnya keprihatinan mereka terhadap tingginya biaya logistik nasional.

“Kami yakin Konsep Pendulum Nusantara dapat menjadi penghubung antara Kawasan Indonesia Barat dan Timur dengan pelabuhan sebagai pintu gerbangnya,” katanya.

Enam pelabuhan yang disiapkan, sebut dia, Pelabuhan Belawan Medan, Pelabuhan Batu Ampar Batam, Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Pelabuhan Makassar, dan Pelabuhan Sorong.

“Untuk menyeragamkan pola pelayanan maupun tarif maka PT Pelindo I-IV akan membentuk anak perusahaan PT Terminal Petikemas Indonesia sebagai operator di tiap-tiap pelabuhan,” katanya.

Pada kesempatan serupa, Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Persero), R J Lino, mengemukakan, Konsep Pendulum Nusantara dapat meningkatkan kontribusi perdagangan domestik sekaligus pemerataan pembangunan di Indonesia.

“Apalagi, kini perdagangan nasional dikuasai perdagangan internasional (ekspor-impor). Selain itu, pertumbuhan ekonomi dan industri hanya terpusat di Pulau Jawa,” katanya.

Ia optimistis, sebaran pertumbuhan ekonomi di Indonesia kian merata dan meningkat dengan diterapkannya Konsep Pendulum Nusantara. Bahkan, memicu perkembangan industri di Kawasan Indonesia Timur.

Di sisi lain, Ketua Umum DPP Asosiasi Perusahaan Pelayaran Indonesia “Indonesia National Shipowner Assosiation/INSA”, Carmelita Hartoto, menyarankan, agar konsep tersebut didukung oleh kesiapan infrastruktur dan produktivitas di pelabuhan PT Pelindo I-IV (Persero).

“Ketersediaan infrastruktur dan produktivitas akan sangat membantu pihak pelayaran untuk membuka jalur pelayaran ke suatu wilayah. Jangan sampai di Surabaya bisa masuk tetapi di Sorong tidak bisa masuk atau produktivitasnya rendah,” katanya.(*)

BERITA TERKAIT :

  1. Pelindo Targetkan Terminal Petikemas Siap 2014
  2. Ekspor Sayur-Mayur Sumut Meningkat Tajam Melalui (BICT)
  3. Pelindo Harapkan Kerja Sama Sumut Bangun Pelabuhan
  4. 6 Pelabuhan Nasional Menuju 4 Top Dunia
  5. Logistik Lewat Laut Baru Terpakai 2%