:: PELINDO I -- NUMBER ONE!!! ::
Pendapatan BLC Pelindo I Meningkat Tajam

MedanBisnis – Belawan. Kendati usianya masih relatif belia, namun Belawan Logistik Center (BLC) Pelindo I Medan yang bermarkas di Belawan sudah mampu meningkatkan pendapatan yang cukup menggembirakan.

Selama triwulan III, BLC Pelindo I sudah mampu membukukan pendapatan sebesar Rp 11,393 miliar atau meningkat sekitar 23,94% dibanding sepanjang 2010 yang jumlahnya Rp 9,192 miliar.

General Manager Pelindo I BLC Mardiofi kepada MedanBisnis kemarin mengatakan, kendati usia BLC baru 6 bulan, namun anak perusahaan Pelindo I Medan itu sudah berhasil memeroleh pendapatan jauh di atas pendapatan sepanjang tahun 2010.

Dijelaskannya, setelah depo peti kemas Pelindo I Medan dirubah menjadi pusat logistik bertaraf internasional dengan nama Belawan Logistik Center (BLC), pihaknya terus berupaya mempromosikan keberadaan BLC ke berbagai pihak terutama kantor pusat calon costumer.

Upaya itu ternyata membuahkan hasil dengan meningkatnya pendapatan BLC hanya dalam kurun waktu 6 bulan. Selama kurun waktu itu pendapatan BLC sudah mencapai Rp 11,393 miliar. Sementara selama tahun 2010 besaran pendapatan hanya Rp 9,192 miliar atau terjadi peningkatan sekitar 24,94 %.

Pendapatan yang paling meningkat, jelas Mardiofi, ada lima jenis pelayanan jasa yakni lift on – lift off, penumpukan, trucking, refeer container dan repair container.

Selama tahun 2010, papar Mardiofi, pendapatan yang dperoleh dari jasa lift on – lift off sebesar Rp 3,766 miliar. Sementara hanya dalam kurun waktu Januari-September 2011 meningkat menjadi Rp 5,585 miliar atau naik sekitar 48,3 %. Kemudian jasa penumpukan peti kemas dari Rp 2,981 miliar selama tahun 2010 menjadi Rp 3,048 miliar hanya dalam kurun waktu 9 bulan. Sementara jasa trucking sebelumnya nihil kini mencapai Rp 890,870 juta.

Selanjutnya, pendapatan dari reeferr container dari sebelumnya sebesar Rp 35,5 juta menjadi Rp 53,15 juta dan terakhir dari jasa cleaning container dari Rp 2,520 juta menjadi Rp 7,385 juta.
Mardiofi mengakui kendati pembangunan fisik BLC sudah rampung, namun ada sejumlah titik yang tanahnya turun. Sehingga terjadi genangan air akibat kondisi tanah yang labil.

“Lokasi ini kan sebelumnya adalah rawa-rawa belantara sehingga kendati tanahnya sudah ditimbun tetap masih labil” katanya. Dia menjelaskan, pembangunan BLC yang disesuaikan dengan biaya tetapi mendapatkan luasan yang keseluruhan bukan dibangun dengan kondisi dengan kontur tanah dan disesuaikan dengan teknologinya. BLC tidak seperti itu sehingga masih terjadi penurunan tanah di beberapa titik.

Untuk mengantisipasi hal itu,  pihaknya sementara ini melakukan pemompaan air yang tergenang di beberapa titik agar tidak sampai mengganggu aktivitas di BLC. “Tahun 2012 kita minta agar Pelindo I melakukan rekondisi. Kita sudah ajukan ke direksi dan direksi juga menyetujuinya” katanya. ( wismar simanjuntak).

11 Nopember 2011